Bismillah.. Keduakalinya mengunjungi museum yang sama yaitu  Musium Benteng Vredeburg yang berlokasi didepan Gedung Agung dan Kraton Kesult...

MENGENAL SEJARAH MUSEUM VREDEBURG JOGJA

Bismillah..

Keduakalinya mengunjungi museum yang sama yaitu  Musium Benteng Vredeburg yang berlokasi didepan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta Jl Margo Mulyo  No 06 Ngupasan Gondomanan Yogyakarta. Bedanya yang dahulu hanya menikmati diluar saja sebenarnya dan juga saat itu sambil nungguin keluarga lain lagi belanja di dekat tempat wisata sejarah ini. Awalnya hanya sekedar menunggu karena  suasana adeem sembari duduk dibawah pohon besar yang rindang namun rugi rasanya jika tidak memanfaatkan kesempatan ini, sudah bayar pula walau hanya Rp.3000 saja hehe. Kami pun memutuskan untuk masuk dan swafoto.

 


 

 Didalamnya terasa rindang dan estetik, banyak maket sejarah, bangunan. diorama persitiwa bersejarah yang terdiri dari 4 Diorama, lukisan, peta, miniatur dan patung patung pahlawan bertebaran. Bangunan rapih, bersih, asri dan sangat terawat hingga toiletnya saja bikin betah dibandingkan toilet diluaran yang berbayar. Konon pengelolaan benteng ini diserahkan kepada Militer Akademi Yogyakarta dan dijadikan museum pada tanggal 16 April 1985 hingga akhirnya dibuka untuk umum.



 

Saya hanya masuk 3 Diorama dari 4 yang ada karena sudah keburu ditinggal keluarga, haha…!! masing – masing Diorama itu memiliki bukti sejarah yang berkelanjutan. asli puas banget walau hanya selewat. Sekilas Diorama 1 berisikan sejarah perjuangan bangsa yang ada di Jogyakarta sebelum masa kemerdekaan yang meliputi perang Diponegoro, Taman Siswa, berdirinya Muhammadiyah hingga tentang penggiat perempuan hingga kedatangan pasukan Jepang ke Indonesia ada juga potret Bung Karno dan abdi dalem dengan tradisi sungkemannya selain koleksi piring antik dan baju goni yang unik, menarik untuk dikulik.

 


Untuk Diorama II berisikan sejarah perjuangan bangsa yang terjadi di Jogyakarta setelah kemerdekaan pada tahun 1945, terdapat gambaran situasi tentang perpindahan ibukota dari Jakarta ke Yogyakarta ditahun 1946. Sedang pada Diorama III masuk Agresi Militer Belanda II saat TNI melakukan perlawanan pada perang gerilya selain itu terdapat juga simulasi Serangan Umum 1 Maret 1949.  Nah kabarnya di Diorama IV berisikan tentang Indonesia pada masa modern setelah Indonesia sepenuhnya terlepas dari penjajahan Belanda, gambaran situasi pemilu pertama, Trikora dan G30SPKI. Overall tempatnya menarik untuk dikunjungi baik sebagai wisata sejarah, budaya atau sekedar mau foto oot dan kemari juga tak  masalah

 

 

Buka setiap hari selasa – minggu pukul  08.00 –  15.00 wib.
Bagi yang tertarik jangan sungkan, yuk mampir!!